KALTENGTALKS.COM, BARITO UTARA – Pemerintah Kabupaten Barito Utara mulai menyiapkan rencana pembangunan jembatan baru sebagai langkah antisipasi terhadap usia teknis Jembatan Hasan Basri I.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam rapat bersama jajaran organisasi perangkat daerah di Aula Setda pada 12 Januari 2026, Bupati Barito Utara H. Shalahuddin mengungkapkan bahwa masa pakai jembatan tersebut diperkirakan tinggal sekitar 9 hingga 11 tahun.

Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk segera merancang pembangunan Jembatan Hasan Basri II sebagai solusi jangka panjang bagi kelancaran transportasi.

Ia menegaskan bahwa pembangunan jembatan baru tidak mengutamakan aspek kemewahan, melainkan kekuatan struktur dan fungsi. Rencana teknisnya mencakup bentang tengah sepanjang 150 hingga 200 meter dengan ruang bebas yang cukup tinggi agar tidak menghambat aktivitas transportasi sungai, termasuk distribusi logistik dan batubara.

Dalam pembiayaannya, proyek ini tidak sepenuhnya mengandalkan APBD. Pemerintah daerah memilih skema konsorsium, dengan peran pemda difokuskan pada perencanaan, pengawasan, serta penyusunan dokumen teknis sesuai aturan yang berlaku.

Untuk mempercepat realisasi, Bupati juga menginstruksikan pembaruan studi kelayakan serta peningkatan koordinasi dengan kementerian terkait di Jakarta. Selain itu, kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Murung Raya turut didorong guna membahas aspek teknis dan integrasi pembangunan lintas wilayah.

Selain proyek jembatan, perhatian pemerintah juga tertuju pada Bendungan Joloi yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional. Infrastruktur tersebut dinilai penting sebagai solusi jangka panjang dalam penanganan banjir di wilayah Barito Utara.

Di akhir rapat, Bupati mengingatkan pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih. Ia menekankan bahwa setiap pelaksanaan proyek harus memperhatikan penyerapan anggaran secara tepat serta memenuhi standar MCP, sehingga pembangunan berjalan sesuai prinsip akuntabilitas.