KALTENGTALKS.COM, WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan memimpin pertemuan khusus di Gedung Putih untuk membahas konflik Gaza.
Pertemuan tersebut akan digelar pada Rabu, 27 Agustus 2025 waktu setempat. Utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, menyampaikan bahwa Washington memperkirakan perang Israel di wilayah Palestina itu dapat diselesaikan sebelum akhir tahun 2025.
Sejak masa kampanye Pemilu Presiden AS 2024 hingga dilantik pada Januari 2025, Trump berulang kali menjanjikan penyelesaian cepat atas konflik Gaza. Namun, hampir tujuh bulan masa pemerintahannya berjalan, konflik bersenjata masih terus berlangsung.
Pada awal masa jabatan Trump, sempat terjadi gencatan senjata selama sekitar dua bulan. Situasi kembali memburuk setelah serangan Israel pada 18 Maret 2025 yang dilaporkan menewaskan sekitar 400 warga Palestina.
Dalam beberapa pekan terakhir, kondisi kemanusiaan di Gaza menjadi sorotan dunia. Gambar warga Palestina, termasuk anak-anak, yang mengalami kelaparan memicu gelombang kritik internasional terhadap Israel.
Saat ditanya mengenai rencana pascaperang dalam program Special Report with Bret Baier di Fox News, Witkoff mengungkapkan agenda besar yang tengah disiapkan pemerintah AS.
“Ya, kami akan mengadakan pertemuan besar di Gedung Putih besok, dipimpin presiden, dan ini adalah rencana yang sangat komprehensif yang akan kami susun keesokan harinya,” kata dia, dikutip dari Reuters pada Rabu, 27 Agustus 2025.
Witkoff menegaskan pihaknya optimistis konflik tersebut dapat segera diakhiri melalui jalur diplomasi yang sedang ditempuh.
“Kami pikir kami akan menyelesaikan ini dengan satu atau lain cara, setidaknya sebelum akhir tahun ini,” katanya.
Menurut Witkoff, Israel disebut terbuka untuk melanjutkan pembahasan dengan Hamas. Ia juga menyebut adanya sinyal dari Hamas yang mengarah pada kesediaan menempuh jalan penyelesaian.
Sejak Oktober 2023, serangan intensif Israel di Gaza dilaporkan telah menewaskan lebih dari 62.000 warga Palestina berdasarkan data otoritas kesehatan setempat. Konflik tersebut memicu krisis kelaparan, menyebabkan seluruh penduduk Gaza mengungsi di dalam wilayahnya sendiri, serta menimbulkan tuduhan genosida dan kejahatan perang yang dibantah Israel di forum hukum internasional.
Sementara itu, Israel menyatakan eskalasi konflik dipicu oleh serangan Hamas pada Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan sekitar 250 orang disandera.


