KALTENGTALKS.COM, BARITO UTARA – Sekretaris Daerah Barito Utara, Muhlis, menekankan pentingnya peran perempuan sebagai sosok sentral dalam menjaga ketahanan keluarga serta mendorong kesejahteraan masyarakat luas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penyampaian tersebut dilakukan saat beliau mewakili Penjabat Bupati Barito Utara untuk membuka agenda Konferensi Cabang (Konfercab) IX Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Barito Utara yang berlangsung di Aula Hotel Senyiur pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Muhlis mengajak kaum perempuan untuk memaksimalkan potensi diri, waktu, dan kesempatan yang ada. Ia menyoroti fakta bahwa perempuan secara statistik memiliki harapan hidup yang lebih panjang dibandingkan laki-laki, yang sering kali dipengaruhi oleh faktor kesehatan dan gaya hidup.

“Perempuan memiliki kelebihan dari sisi kesabaran, baik dalam mengurus rumah tangga maupun pekerjaan lain. Sementara laki-laki ada sebagian besar dipengaruhi faktor kesehatan, salah satunya kebiasaan merokok. Faktor inilah yang membuat perempuan bisa lebih panjang usia. Maka dari itu sehingga perempuan berpeluang lebih besar untuk berdaya dan berkontribusi dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat,” ucap Muhlis.

Ia menjelaskan bahwa langkah pemberdayaan perempuan tidak harus dimulai dengan hal besar, melainkan bisa melalui tindakan sederhana di lingkungan rumah, seperti memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam.

“Kalau punya sedikit lahan kosong, tanam saja tiga atau empat polibek cabai, tomat, atau sayuran lain. Itu sudah sangat membantu kebutuhan keluarga, sehingga tidak selalu bergantung pada penjual sayur,” ujarnya.

Muhlis juga memberikan catatan mengenai fenomena ketergantungan masyarakat desa terhadap pedagang sayur keliling. Menurutnya, desa seharusnya menjadi sumber pangan utama yang memasok kebutuhan untuk wilayah perkotaan.

“Kalau di desa justru menunggu paman sayur, lalu bagaimana dengan warga di kota? Ini tentu menjadi tantangan dan tugas berat bagi Dinas Ketahanan Pangan,” katanya.

Ia kembali mempertegas bahwa kemandirian pangan di level rumah tangga adalah kunci stabilitas ekonomi keluarga agar tidak mudah goyah oleh dinamika pasar.

“Kalau di desa saja menunggu paman sayur sebagai idola, lalu bagaimana masyarakat kota memenuhi kebutuhannya? Inilah yang jadi tugas berat Dinas Ketahanan Pangan,” tegas Muhlis, yang disambut antusias oleh para peserta konferensi.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Muhlis menginformasikan bahwa Pemerintah Daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan telah menyediakan bantuan bibit tanaman secara cuma-cuma bagi masyarakat yang ingin memulai.

“Jika ingin memanfaatkan lahan kosong, bibit cabai, tomat, terong, dan lainnya tersedia di dinas. Ini bagian dari upaya Pemerintah Daerah dalam meningkatkan ketahanan keluarga,” jelasnya.

Menutup arahannya, Muhlis berharap para perempuan di Barito Utara semakin aktif mengambil peluang dari program-program pemerintah guna memperkuat pilar pembangunan di daerah tersebut.

“Perempuan harus bisa memberdayakan diri. Dengan kesabaran, usia yang lebih panjang, dan peluang yang ada, perempuan bisa menjadi pilar ketahanan keluarga sekaligus penopang pembangunan daerah,” tutup Muhlis.