KALTENGTALKS.COM, BARITO UTARA – Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui komitmen berkelanjutan dalam menjaga warisan bahasa daerah di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Apresiasi tinggi disampaikan Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, melalui Sekretaris Daerah Drs. Muhlis atas keberhasilan instansi tersebut menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kabupaten Tahun 2025. Kegiatan yang memupuk kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal ini berlangsung di Café Itah pada Sabtu, 18 Oktober 2025.

Kerja keras jajaran Dinas Pendidikan membuahkan hasil manis dengan diraihnya penghargaan dari Kementerian Pendidikan selama dua tahun berturut-turut, yakni pada 2023 dan 2024. Prestasi ini menjadi bukti nyata dedikasi daerah dalam melindungi identitas kultural di tengah arus modernisasi.

“Atas nama pribadi, masyarakat, dan pemerintah daerah, kami ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Dinas Pendidikan yang telah berperan aktif dalam menjaga bahasa ibu,” tutur Bupati melalui sambutan yang dibacakan Sekda.

Pemerintah berharap agar festival ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan menjadi fondasi bagi generasi milenial untuk tetap bangga menggunakan bahasa asal mereka sebagai jati diri budaya yang tak ternilai harganya.

“Mari gunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, bahasa daerah sebagai identitas budaya, dan terus belajar menggali potensi,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Syahmiludin, mengungkapkan bahwa konsistensi penyelenggaraan FTBI sejak 2023 menjadi kunci utama Barito Utara dilirik oleh Menteri Pendidikan RI. Keberhasilan ini juga didukung penuh oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah.

Kabar baiknya, pada tahun 2025 terdapat perluasan program revitalisasi. Selain Bahasa Bakumpai dan Maanyan, kini Bahasa Tewoyan resmi masuk dalam program prioritas pelestarian oleh kementerian. Momentum ini pun ditandai dengan peluncuran kebijakan baru penggunaan bahasa daerah di sekolah-sekolah se-Barito Utara.

“Hari ini kita patut berbangga bahwa kita akan menyaksikan Launching penggunaan bahasa daerah di lingkungan sekolah se-Barito Utara,” ujarnya.

Syahmiludin juga memberikan semangat kepada para siswa yang berpartisipasi dalam festival tersebut. Ia mendorong anak didik untuk tidak ragu mengeksplorasi kemampuan berbahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga pengalaman ini dapat memotivasi peserta untuk terus belajar dan menguasai bahasa ibu dengan baik. Jangan lupa untuk selalu berbangga dengan budaya dan bahasa kita,” ucapnya menutup kegiatan tersebut.